ANGKET24.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam sistem Search and Rescue (SAR) nasional. Dukungan tersebut dinilai mendesak karena operasi SAR berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan berpacu dengan waktu.
Pernyataan itu disampaikan Menhub saat menghadiri Sarasehan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Basarnas bertema “Penguatan Basarnas dalam Sistem SAR Nasional” di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2).
Menhub menekankan, dalam berbagai kecelakaan transportasi, tim SAR seringkali dihadapkan pada batas waktu yang sangat sempit untuk menyelamatkan korban. Bahkan dalam sejumlah kasus, peluang penyelamatan optimal hanya berkisar tiga hari.
“Operasi SAR ini tidak bisa menunggu karena kita hanya punya waktu yang sangat terbatas. Jika masih menunggu proses panjang, termasuk soal keputusan di lokasi atau pembahasan anggaran, itu tidak akan menyelamatkan nyawa manusia,” tegas Menhub.
Menurutnya, Basarnas harus memiliki keleluasaan bergerak cepat dan mengambil keputusan tanpa keraguan, terutama dalam situasi darurat. Keselamatan masyarakat, lanjutnya, harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan pemerintah.
Menhub juga menyebut Kementerian Perhubungan sebagai salah satu pihak yang sangat berkepentingan terhadap keberhasilan operasi SAR, mengingat banyak insiden darurat terjadi di sektor transportasi darat, laut, udara, maupun perkeretaapian.
“Kami di Kementerian Perhubungan adalah salah satu penerima manfaat terbesar dari tugas-tugas Basarnas, karena sebagian besar operasi SAR berkaitan dengan transportasi. Karena itu, kami siap mendukung dan mendorong penguatan Basarnas. Silakan disampaikan apa yang dibutuhkan, kita cari bersama skemanya seperti apa,” ujar Menhub.
Ia turut menyinggung berbagai pengalaman penanganan kecelakaan di wilayah dengan kondisi geografis sulit dan cuaca ekstrem, yang kerap memunculkan tantangan teknis maupun keterbatasan operasional. Ke depan, ia berharap pertimbangan administratif maupun pembiayaan tidak lagi menjadi penghambat tindakan cepat di lapangan.
“Saya berharap ke depan Basarnas tidak perlu lagi menunda langkah karena memikirkan biaya atau prosedur. Ketika situasi darurat terjadi, yang utama adalah menyelamatkan korban. Persoalan teknis dan administratif bisa kita carikan solusinya bersama,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Perhubungan menyatakan siap mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, termasuk pemanfaatan sarana dan kendaraan dari Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan Kemenhub untuk mendukung operasi SAR jika diperlukan.
“Kami memiliki berbagai sumber daya yang bisa dioptimalkan. Jika memang dibutuhkan untuk mendukung Basarnas, khususnya terkait kendaraan dan fasilitas pendukung, kami siap membantu,” kata Menhub.
Menhub menegaskan, penguatan Basarnas merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Ia berharap Basarnas semakin tangguh dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia.
“Secara prinsip, dengan senang hati kami mendukung penguatan Basarnas. Ini adalah untuk kepentingan masyarakat, dari rakyat dan untuk rakyat,” tutur Menhub Dudy.
Sarasehan HUT ke-54 Basarnas tersebut juga menjadi momentum konsolidasi lintas kementerian dan lembaga guna memperkuat sistem SAR nasional yang terintegrasi dan adaptif. Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Faisal Fathani, serta para Kepala Staf TNI.












