ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Dalam rangka menekan potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan tempat perindukan nyamuk di lingkungan sekitar, baik di dalam rumah maupun ruang publik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa virus DBD memiliki kecenderungan berkembang biak pada genangan air bersih yang dibiarkan dalam jangka waktu tertentu.
“Tempat-tempat tersebut antara lain drum, tangki air, tempayan, bak mandi atau WC, ember, serta lubang pohon dan pelepah daun yang dapat menampung air hujan,” papar dr. Dini, Kamis (29/1/26).
Ia menambahkan, sebagian besar sumber genangan air justru berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat yang luput dari perhatian.
“Sebagian besar tempat penampungan air di sekitar rumah berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes, terutama pada musim penularan. Oleh karena itu, pengendalian harus dimulai dari sumbernya,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Tangerang menguraikan sejumlah titik rawan perindukan nyamuk beserta upaya pengendaliannya, antara lain:
Pertama, genangan air hujan pada sampah padat. Masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan sampah menumpuk atau terbuka, serta memperkuat pengelolaan sampah melalui pengumpulan dan pembuangan secara rutin.
Kedua, genangan air pada lubang pohon, tempurung kelapa, dan pelepah daun. Penanganan dapat dilakukan dengan menutup lubang pohon menggunakan tanah, mengubur atau menanam tempurung kelapa ke dalam tanah, serta menyemprotkan larvasida temephos dengan dosis 1 mg per liter air apabila ditemukan jentik nyamuk.
Ketiga, tempat penampungan air hujan lainnya di lingkungan rumah. Masyarakat dianjurkan meluangkan waktu minimal satu jam setiap minggu untuk menguras, menggosok, dan membersihkan seluruh wadah penampungan air guna memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
Melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, Dinkes Kota Tangerang berharap upaya pencegahan DBD dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga risiko penularan penyakit dapat ditekan sejak dini. (sudirman)












