ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas SDM Usaha Mikro Tingkat Dasar Angkatan II di Gedung Cisadane, Kota Tangerang, Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 45 pelaku usaha mikro sebagai upaya membangun fondasi bisnis yang kuat agar mampu berkembang dan naik kelas.
Ketua Tim Kerja Data dan Peningkatan Kualitas SDM Usaha Mikro Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Musokib, menjelaskan para peserta dipilih melalui proses seleksi berdasarkan legalitas usaha dan profil bisnis. Seluruh peserta telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Pada angkatan kedua ini kami menghadirkan 45 UMKM yang telah melalui proses seleksi. Selain itu, para peserta juga mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten, mulai dari praktisi bisnis hingga pelaku UMKM unggulan Kota Tangerang yang telah berhasil mengembangkan usahanya,” ujar Musokib.
Ia menjelaskan, bimtek tingkat dasar ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir (mindset) bisnis para pelaku usaha. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan usaha, penentuan arah bisnis, hingga strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
“Selama ini mungkin ada pelaku usaha yang sudah menjalankan bisnis lima hingga sepuluh tahun, tetapi belum memahami apakah cara mengelola usahanya sudah tepat. Karena itu, kami fokus membangun pola pikir bisnis terlebih dahulu agar mereka memiliki fondasi yang kuat,” jelas Musokib.
Untuk memperkaya materi, Disperindagkop UKM juga menghadirkan pelaku UMKM sukses sebagai inspirator. Mereka berbagi pengalaman nyata dalam membangun dan mengembangkan usaha sehingga peserta dapat memperoleh pembelajaran langsung dari praktik bisnis yang telah terbukti berhasil.
Musokib menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan mengusung semangat dari UMKM untuk UMKM. Mulai dari narasumber, inspirator, hingga suvenir kegiatan berasal dari produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem usaha di Kota Tangerang.
“Kami ingin ekosistem UMKM saling menguatkan. Produk UMKM digunakan untuk kegiatan UMKM, sehingga manfaatnya kembali kepada para pelaku usaha di Kota Tangerang,” katanya.
Usai mengikuti bimtek, para peserta tidak hanya memperoleh materi pembelajaran, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan usahanya. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk mengikuti Bimtek Peningkatan Kualitas SDM Usaha Mikro tingkat lanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak UMKM Kota Tangerang yang semakin berdaya saing dan naik kelas. (Jenni)












