ANGKET24.ID, TANGERANG SELATAN – Di tahun 2022 ini, untuk kedua kalinya DKM ( Dewan Kemakmuran Masjid ) Masjid Jabal Nur Bukit Indah, Ciputat Tangsel melaksanakan Dompet Donasi. Pertama untuk korban erupsi gunung Semeru beberapa waktu lalu dan sekarang ini untuk korban terdampak banjir Serang Banten. Bantuan di salurkan melalui Posko Peduli Bencana Himpunan JTR (Jurnalis Tangerang Raya).
Utusan dari dari DKM masjid Jabal Nur, Adi Wijaya, yang juga merupakan awak media angket24.id menjelaskan bahwa bantuan ini adalah hasil donasi dari para jama’ah dan masyarakat di sekitar masjid Jabal Nur.
“Selama Satu minggu ini, kami mengajak para jama’ah dan masyarakat di sekitar masjid Jabal Nur, berdonasi untuk korban banjir serang melalui Posko Peduli JTR, Alhamdulillah dapat terkumpul Tiga juta Sepuluh Ribu Rupiah” jelas Adi.
Pengurus DKM yang ikut dalam acara penyaluran bantuan bersama JTR yang di laksanakan hari Kamis (10/03/2022) ini, menyaksikan langsung penyerahan donasi di lokasi bencana yang di terima oleh Yusdiana, Ketua RW 05 Desa Pagentrangan Kelurahan Kasemen, salah satu wilayah terparah di kelurahan ini
Bantuan di berikan secara simbolis oleh Ketua JTR Ayu Kartini kepada Ketua RW 05 Desa Pegerangan, Kelurahan Kasemen Serang Banten.
“Mohon di terima bantuan donasi yang di himpun oleh rekan – rekan JTR ini. Semoga bermanfaat bagi warga korban banjir yang ada disini” ucap Ayu Kartini
Yusdiana selaku Ketua RW yang menerima bantuan ini, dengan di saksikan oleh staff kelurahan Kasemen, Bimmas dan perwakilan JTR nampak bahagia dan gembira.
“Terima kasih banyak atas donasi dari JTR, ini sangat bermanfaat bagi kami yang ada disini, sekali lagi terima kasih”, ujar Yusdiana dengan nada haru dan mata berkaca – kaca menerima bantuan ini.
Yusdiana menjelaskan bahwa hasil gerak cepat pemkot Kota Serang dalam upaya penanggulangaj banjir ini, dan adanya bantuan dari para relawan membuat kehidupan di desa ini, kini mulai membaik.
“Kita sudah mulai bisa beraktifitas kembali sekarang, karena timbunan lumpur yang sebelumnya memenuhi badan jalan dan rumah kami, sekarang ini sudah di bersihkan. Sebelumnya tebal lumpur hingga 30 centimeter memenuhi desa ini akibat terbawa air banjir dari kali” terang Yusdiana.
(Adi)











