ANGKET24.ID, TANGERANG SELATAN – Berawal dari rasa ingin lebih dekat dengan masyarakat dan menyiarkan ajaran agama islam yang Rahmatan Lil’alamin, beberapa Da’i di Tangerang Selatan (Tangsel) membentuk Dakil (Dakwah Keliling).
Para pendiri Dakil yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu ini melaksanakan dakwahnya dengan tanpa pamrih alias gratisan bagi setiap masjid maupun warga yang ingin menggunakan jasanya dalam mengisi acara keagamaan. Di antara mereka tercatat nama Ustadz Hasan Asari Ora mahi M.A., DR. Mohammad Zain, Kyai Firman Al Batawi (Ki Wiro), Ki Irfan Abatasa dan Ustadz Jaka Cinta.
“Kita semua tak memungut biaya. Jika ada kita terima namun jika tidak juga tak jadi masalah. Karena kita semua yang ada di Dakil ini memang hanya untuk syiar dan dakwah saja sesuai dengan kemampuan kita,” ujar Ustadz Hasan.
Usaha ini ternyata mendapatkan respon yang luar biasa dari para kolega sesama Da’i, termasuk dari ketua pimpinan pengurus PCNU Tangerang Selatan Kyai Mas’ud Abdullah, ketika di mintai komentarnya oleh awak media angket24.id dalam satu kesempatan dengan berdirinya Dakil ini.
“Kita semua inikan berdakwah, ya silahkan saja lakukan sesuai dengan caranya masing – masing dalam berdakwah,” ujarnya.
Dan siapa sangka, dari dakwah keliling yang tanpa bayaran itu, kini salah satu da’i yang tergabung dalam Dakil telah merambah ke dunia televisi swasta.
Adalah Ustadz Hasan Asari Ora mahi, yang sehari – harinya sebagai pegawai KUA Ciputat Timur itu, kini telah mulai mengisi acara di salah satu televisi swasta dalam acara Assalamu’alaikum Nusantara, Kamis (17/03).
“Semua ini adalah jalan dakwah saja bagi saya mah. Karena di manapun bagi saya, itu semua media dakwah,” ujarnya merendah.
Memang di tengah kesibukannya sebagai pegawai KUA, Ustadz Hasan atau yang lebih di kenal dengan ki AO ini, selalu menyempatkan dirinya untuk menghadiri atau mengisi acara keagamaan yang di laksanakan di wilayah sekitar Tangsel termasuk mengisi acara Dakil.
Ki AO yang juga merupakan ketua MWC NU Ciputat ini memang di kenal sebagai ustaz yang tak kenal lelah dan pamrih, yang selalu mobile di tengah kesibukannya untuk mendatangi setiap ranting yang ada di wilayahnya.
Kini dirinya sudah menuai berkah dari usaha dan pengabdiannya pada dunia dakwah. Kesempatan untuk menjadi populer semakin terbuka dan penghasilan tambahan pun sudah pasti. Sedikit kalimat yang terucap darinya saat mengakhiri obrolan dengan awak media angket24.id beliau berkata.
“Dalam berdakwah dan mengabdi pada NU, jangan suka pamrih. Karena keberkahan pasti akan di terima selagi kita tulus dan ikhlas di jalan ini,” tutup Ki AO. (Ivan)











