ANGKET24.ID, Kota Tangerang-Pasar Induk Jatiuwung yang di klaim sebagai Pasar Induk terbesar dan terlengkap di Banten yang berlokasi di jalan Gatot Subroto No. 89 Kota Tangerang kini tampil semakin siap dan benar – benar memanjakan para pelaku bisnis di pasar ini.
Berdasarkan hasil pantauan awak media angket24.id pada Rabu (24/11), lahan parkir seluas 6000 meter yang di siapkan sebagai sarana parkir bagi kendaraan yang masuk dan selesai bongkar muat, kini sudah hampir selesai dan tinggal hanya pengaspalan saja.
“Dengan luas lahan parkir seperti itu maka lahan parkir ini mampu menampung 500 mobil,” ujar Kasiyo selaku Kepala Pasar Induk Jatiuwung.
Kasiyo menambahkan, “Kita sangat perhatikan sekali masalah ini. Karena dengan lahan parkir yang luas dan badan jalan yang lebar, keluar masuk kendaraan tak akan terhambat waktunya karena mengalami kemacetan. Baik saat akan masuk dan bongkar muatan maupun untuk parkir setelahnya,” beber Kasiyo.
Hal ini sesuai dengan komentar Yono salah seorang pembeli yang sudah mulai berbelanja sejak pasar ini di buka.
“Sebelum ini saya sering mengalami kesulitan untuk parkir mobil ketika hendak berbelanja di pasar induk lain, tapi di sini saya tak merasakan hal itu. Inilah yang membuat saya senang berbelanja disini, selain dari pada kelengkapan barang dan harganya yang bersaing,” terang Yono.
Para pedagangpun merasakan kelebihan lebarnya badan jalan dan luasnya sarana parkir yang tersedia di pasar Induk Jatiuwung ini, sebagaimana yang di ungkapkan Asep salah seorang pedagang sayuran.
“Dagang Sayuran itu sangat tergantung sekali dengan waktunya kedatangan barang. Karena jam ramai pembeli itu memang ada momennya masing – masing. Semakin cepat barang kita datang maka kemungkinan kita untuk dapat menjual dengan harga bagus lebih terbuka. Tapi sebaliknya pun begitu. Jika barang kita lambat, maka harapan untuk itu sangat tipis dan malah bisa jadi rugi. Karena selain barang rusak karena kelamaan di mobil, pembeli juga sudah pada selesai berbelanja,” ujar Asep.
Lebih lanjut Asep mengungkapkan bahwa sebelum ini, dirinya sering mengalami kerugian hanya karena waktu kedatangan barang yang terhambat akibat macet saat mau masuk pasar.
“Dulu, sering sekali saya alami hal seperti ini. Mobil kita itu sudah dekat, tapi ga juga bisa masuk karena terhambat akibat macet oleh mobil yang sedang bongkar muat di jalan. Tapi kini hal itu tidak lagi. Dengan begitu keuntungan dagang pun semakin baik saya rasakan semenjak berjualan di sini,” pungkas Asep.
Di akhir pembicaraan, Kasiyo menambahkan, “Kita selalu concern terhadap segala kebutuhan yang ada ada disini demi kepuasan para pelaku bisnis yang datang bertransaksi. Karena itu kita selalu terbuka terhadap segala kritik dan masukan dari semua pihak, agar Pasar Induk Jatiuwung ini tidak hanya yabg terbesar dan terlengkap tapi juga menjadi pasar yang ideal untuk berbisnis Sayuran dan buah,” tutup Kasiyo.(Ivan)











