Erupsi Anak Krakatau Masih Berdampak, Gubernur Banten Perpanjang PJJ hingga 11 September

Erupsi Anak Krakatau Masih Berdampak, Gubernur Banten Perpanjang PJJ hingga 11 September
banner 468x60

ANGKET24.ID, SERANG – Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) hingga Jumat, 11 September 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah.

Keputusan tersebut ditetapkan setelah Gubernur Banten Andra Soni memimpin rapat koordinasi dan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Rapat dihadiri sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait, di antaranya Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran M. Nugraha Kartadinata, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten M. Lutfi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan, serta jajaran OPD lainnya.

Gubernur Andra Soni mengatakan, meskipun intensitas erupsi mengalami penurunan, kondisi kualitas udara masih menjadi perhatian sehingga pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan.

“Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius tiga kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Andra Soni.

Selain itu, Pemprov Banten juga mencermati meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga dipicu paparan abu vulkanik. Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kondisi normal.

“Biasanya kasus ISPA berada di kisaran 2.000 kasus, sekarang meningkat hingga sekitar 4.500 kasus. Karena itu, kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Menurut Andra, perpanjangan PJJ merupakan langkah preventif untuk melindungi peserta didik dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Pemprov Banten juga akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga (Level III).

“Kami terus memantau perkembangan aktivitas gunung. Sampai saat ini masih terjadi semburan abu vulkanik dan masyarakat tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi saat ini masih bertipe strombolian dengan potensi lontaran material vulkanik hingga lebih dari dua kilometer.

“Selain abu vulkanik, erupsi juga melontarkan batuan pijar. Karena itu, kami tetap merekomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegas Nugraha.

Usai rapat koordinasi, Gubernur Andra Soni meninjau langsung kondisi SMKN 1 Cinangka. Dalam kunjungan tersebut, petugas terlihat melakukan pembersihan area sekolah dari debu vulkanik menggunakan metode pembasahan guna mengurangi risiko penyebaran partikel debu di lingkungan sekolah.

Pemprov Banten mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Jenni)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *