Jelang Iduladha, Pemkab Tangerang Terjunkan 96 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

Jelang Iduladha, Pemkab Tangerang Siagakan 96 Petugas untuk Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak
banner 468x60

ANGKET24.ID, KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menerjunkan 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban untuk memastikan kelayakan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026.

Pelepasan petugas dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (18/5/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan puluhan petugas tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II yang akan disebar ke berbagai wilayah untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sekaligus kelayakan hewan kurban.

“Mereka bertugas mengecek apakah hewan sehat, tidak cacat, dan memenuhi syariat Islam. Kami ingin masyarakat tenang dan aman saat membeli hewan kurban,” ujar Ujang.

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama berupa pemeriksaan di lapak pedagang yang berlangsung pada 19–26 Mei 2026, dilanjutkan pemeriksaan saat pemotongan pada 27–31 Mei 2026, serta pengawasan pasca-pemotongan hingga tiga hari tasyrik.

Menurutnya, tahapan pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan sekaligus aman dikonsumsi masyarakat.

Pada tahap pemotongan, DPKP juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memastikan proses penyembelihan dilakukan secara higienis dan sesuai syariat Islam.

Sementara itu, pada tahap pasca-pemotongan, tim akan melakukan pemeriksaan terhadap daging dan organ dalam guna mendeteksi kemungkinan adanya cacing maupun penyakit lainnya.

“Jika ditemukan organ yang mengandung cacing, petugas akan langsung melokalisirnya sesuai aturan. Langkah ini diambil demi menjamin masyarakat menerima daging kurban yang aman dan berkualitas tinggi,” jelasnya.

Selain itu, DPKP juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) melalui pemeriksaan rutin dan vaksinasi yang telah dilakukan sejak jauh hari.

DPKP memprediksi jumlah titik penjualan hewan kurban tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 600 titik. Masyarakat pun diimbau untuk membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah melalui pemeriksaan petugas.

Salah satu petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dari PDHI Banten II, drh. Reni Sulistyaningsih, menjelaskan pemeriksaan akan difokuskan pada dua tahapan utama, yakni sebelum dan sesudah penyembelihan.

“Sebelum disembelih, kita cek kelayakan fisik dan syariatnya. Setelah disembelih, organ dalam diperiksa agar bebas dari parasit seperti cacing hati,” jelas drh. Reni.

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap indikasi PMK juga menjadi perhatian khusus, terutama pada bagian mulut dan kaki hewan, guna memastikan hewan yang dikurbankan dalam kondisi layak dan aman. (Wahyu)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *