ANGKET24.ID, JAWA TENGAH – Desa Kajen adalah sebuah desa di kecamatan Margoyoso kabupaten Pati Jawa Tengah. Dengan hanya luas 70 hektar desa Kajen memiliki pondok pesantren sebanyak 65 berdasarkan data dan informasi yang ada di lapangan dengan berbagai model pendidikan Senin (09/05).
Karena banyaknya Pondok Pesantren yang kadang hanya berbatasan tembok pemisah antara satu pondok dengan pondok lainnya, atau hanya bersebrangan jalan maka desa Kajen layak di sebut dengan julukan “desa Seribu Pondok Pesantren”.
Tim media angket24.id yang selama sepekan ini menelusuri kehidupan religius warga Kajen, mendapatkan informasi bahwa para pemilik Pondok Pesantren ini ternyata masih berkerabat satu dengan lainnya.
“Rata – rata masih keturunan dari Mbah Mutamakkin ( Syeikh Ahmad Mutamakkin )” jelas KH. Umar Fayumi, salah satu pemilik dan pengasuh Pondok Raudlatul Ulum Kajen yang masih merupakan keturunan dari Sheikh Mutamakkin dan Mbah Sambu ( Syeikh Sayyid Abdurrahman ) penyebar islam pertama di kota Lasem, Rembang Jawa Tengah.
Syeikh Ahmad Mutamakkin adalah waliyullah yang menyebarkan agama islam pertama kali di desa ini. Makamnya terletak berdekatan dengan masjid jami’ Kajen.
Meski pesantren ini saling berdekatan namun kehidupan para santri dan proses belajar mengajar berjalan dengan damai tanpa adanya gesekan ataupun persaingan yang menyebabkan rusaknya hubungan pada para pengasuh maupun santri yang ada di Kajen.
“Engga ada ya mas, selama ini kita ya baik – baik saja hubungan di antara kita. Karena para pengasuh maupun istri kita juga kan ada perkumpulannya. Jadi setiap sebulan sekali kita kumpul bareng” tukas KH Gus Umar Fayumi menjelaskan.
Lanjutnya lagi, untuk para santri sendiri sudah saling menghargai antara satu dengan lainnya meski beda pesantren. “Kita biasanya saling mengundang dan medatangi jika ada acara seperti peringatan Maulid atau hari besar islam lainnya dengan mengirimkan utusan pondok” pungkasnya.
Dengan kehidupan berbudaya pondok pesantren ini, Desa Kajen berhasil memberikan sumbangan para tokoh islam bagi negeri ini, seperti almarhum KH. Abdullah Salam dan KH. Sahal Mahfudz, yang di lanjutkan kiprahnya oleh Gus Rozin atau KH. Andul Ghaffar Rozin yang merupakan Ketua RMI atau Rabithah Ma’hid Islamiyah. ( Asosiasi Pesantren Seluruh Indonesia ).
(Ivan)











