ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kecamatan Jatiuwung terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya menangani permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Camat Jatiuwung Buceu Gartina mengatakan, pihaknya menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur kelurahan, dunia pendidikan hingga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Jatiuwung untuk menyusun langkah strategis dalam penanganan ATS serta menyosialisasikan program wajib sekolah 13 tahun kepada masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi agar proses pendataan dan verifkasi bisa berjalan lancar. Nantinya, semua pihak akan turun tangan membantu memastikan akses pendidikan di semua tingkatan bisa dijangkau masyarakat dengan mudah,” ujar Buceu, Jumat (25/9/26).
Saat ini, Pemerintah Kecamatan Jatiuwung masih melakukan proses verifikasi dan pemutakhiran data guna memperoleh gambaran yang lebih akurat terkait kondisi ATS di wilayahnya. Langkah tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan intervensi yang tepat untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
Buceu menjelaskan, Kota Tangerang telah memiliki sejumlah program unggulan di bidang pendidikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak.
“Kota Tangerang sendiri sudah mempunyai sejumlah program unggulan pendidikan mulai dari Beasiswa Tangerang Cerdas, Sekolah Swasta Gratis, sampai Sekolah Inklusi. Belum lagi di tingkatan pendidikan anak usia dini yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses pendidikan dengan mudah dan gratis,” tambahnya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kecamatan Jatiuwung berharap semakin banyak anak mendapatkan akses pendidikan yang layak serta mampu mendukung terwujudnya generasi masa depan yang lebih berkualitas di wilayah Kecamatan Jatiuwung dan Kota Tangerang. (Wahyu)












