ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mendapat kepercayaan sebagai daerah rujukan dalam pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Kali ini, Kota Tangerang dipilih menjadi lokus studi lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXIII yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Sebanyak 40 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, mengatakan terpilihnya Kota Tangerang sebagai lokasi pembelajaran menunjukkan adanya pengakuan terhadap berbagai inovasi dan praktik baik yang telah diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Terpilihnya Kota Tangerang sebagai lokus studi lapangan juga tidak terlepas dari penerapan sistem merit yang dinilai baik dalam manajemen ASN. Selain itu, berbagai capaian yang berhasil diraih Pemkot Tangerang turut menjadi pertimbangan,” tutur Maryono.
Menurutnya, berbagai penghargaan dan capaian yang diraih selama ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami mendapatkan berbagai apresiasi atas tata kelola pemerintahan yang baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Narsih, mengungkapkan bahwa penetapan Kota Tangerang sebagai lokus studi lapangan dilakukan setelah melalui proses kajian dan perbandingan dengan sejumlah daerah lainnya.
“Kota Tangerang memiliki banyak keunggulan. Salah satunya adalah keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 19 kali berturut-turut. Selain itu, penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, manajemen birokrasi, merit system, serta berbagai inovasi yang dimiliki menjadi daya tarik tersendiri,” ungkap Narsih.
Ia menilai berbagai inovasi dan praktik tata kelola yang diterapkan Pemkot Tangerang sangat relevan untuk dipelajari para peserta PKA yang merupakan pejabat administrator atau eselon III dari berbagai instansi pemerintah.
Narsih juga mengaku memperoleh kesan positif setelah melihat langsung kondisi Kota Tangerang, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun penataan wilayah perkotaan.
“Setelah datang ke sini, ternyata Kota Tangerang jauh dari bayangan saya sebelumnya. Tata pemerintahannya luar biasa, lingkungannya tertata, dan berbagai fasilitas publiknya juga sangat baik,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan melakukan studi lapangan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi lokus pembelajaran, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), DP3AP2KB, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Melalui kegiatan tersebut, Kota Tangerang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik di berbagai daerah dan instansi pemerintah di Indonesia.












