ANGKET24.ID, TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus membuka program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) yang digelar di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Kecamatan Cikupa, Kamis (30/4/2026).
Program Warteksi menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Warteksi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Hari ini pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan program Warung Tekan Inflasi dengan menyediakan sembako murah. Harga tersebut disubsidi pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, melalui program ini masyarakat dapat membeli paket sembako dengan harga jauh lebih murah, bahkan hingga setengah dari harga pasar.
“Misalnya harga paket sembako di pasar sekitar Rp312.200, masyarakat bisa membeli hanya sekitar Rp172.000. Selisihnya disubsidi pemerintah. Masyarakat juga bebas memilih, bisa membeli paket lengkap atau hanya beberapa komoditas sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, program Warteksi dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali selama tiga hari, dan menjangkau seluruh kecamatan secara bergilir.
“Program ini kita laksanakan rutin, digilir di setiap kecamatan. Bahkan ada juga yang dilaksanakan oleh kecamatan setiap dua bulan sekali. Ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Di Kecamatan Cikupa, program ini menyasar warga dari beberapa desa, seperti Talagasari, Bojong, dan Pasir Jaya, yang dilayani secara bergantian agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan Warteksi menyediakan delapan komoditas utama dengan harga subsidi.
“Warteksi ini seperti warung pada umumnya, namun menyediakan bahan pokok dengan harga subsidi. Masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan, baik satu jenis maupun seluruh komoditas yang tersedia,” ungkapnya.
Adapun komoditas yang disediakan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau, dengan total pasokan sekitar 1,9 ton di dua lokasi, yakni GTG Cikupa dan Pasar Curug.
Sejumlah komoditas dijual jauh di bawah harga pasaran. Beras premium 2 kilogram yang biasanya Rp30.200 dijual Rp7.000, gula pasir dari Rp19.000 menjadi Rp12.000, serta minyak goreng dari Rp23.000 menjadi Rp13.500.
“Program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu warga Desa Sukanegara, Ibu Nawa, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Saya sangat senang dan bersyukur sekali. Alhamdulillah ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada pemerintah, semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” ujarnya. (Wahyu)












