ANGKET24.ID, Kota Tangerang – Malam Jum’at kliwon adalah salah satu malam yang seram dan horor menurut pandangan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya tanah Jawa. Karena menurut Mitos yang berkembang, pada malam itu arwah – arwah di keluarkan dari kuburannya. Bahkan ada juga yang berkeyakinan bahwa pada malam itu para dukun santet melancarkan serangan pada target korbannya.
Sehubungan dengan kepercayaan itu, banyak ritual yang di lakukan oleh sebagian masyarakat dalam mengisi malam Jum’at Kliwon ini. Begitupun halnya dengan Majelis Zikir dan Sholawat Seroja ( Sehat Jasmani dan Rohani ). Majelis yang terletak di Pondok Karya, Pondok Aren ini pun selalu menggelar acara khusus setiap malam Jum’at Kliwon atau yang di sebut juga acara Selapanan ini.
Namun jangan bayangkan suasana yang seram dan horor di sini. Karena ternyata acara malam Jum’at Kliwon di Majelis Seroja ini malah di isi dengan acara pembacaan Zikir bersama dan lantunan sholawat Burdah, dengan di iringi musik hadroh yang menyejukan hati.
Sebagai Majelis yang juga merupakan tempat pengobatan alternatif ini, acara malam Jum’at Kliwonan di sini ternyata sudah berlangsung sangat lama, sebagaimana cerita salah satu jama’ah pada awak media di lokasi acara Kamis (17/02).
“Dulu sebelum kyai Irfan, ayahnya dulu yang melaksanakan acara ini, tapi beda waktu mulainya” terang Agus
Lanjut Agus lagi, saat masih di pimpin ayahnya, Almarhum Kyai Zaini Abbas, acara zikir bersama ini di mulai lebih malam, yaitu pukul 00.00 Wib. “Kita mulai dzikirnya jam 00.00 wib, dan berakhir hingga pukul 04.00 wib atau sebelum datangnya waktu sholat Subuh. Dzikirnya juga lebih banyak dan lama” imbuhnya
Pimpinan sekaligus Pemilik Majelis Seroja, Kyai Irfan Zaini Abbas menjelaskan bahwa, selain dari pada malam Jum’at Kliwon, acara dzikir dan Maulid Nabi dengan lantunan sholawat ini di lakukan juga pada setiap malam Jum’at lainnya.
“Pengajian kita tidak hanya khusus malam ini, tapi malam Jum’at biasa juga kita adakan. Hanya saja acaranya memang tak semeriah malan Jum’at Kliwon” terang Kyai Irfan.
Mengenai peserta sendiri, Kyai Irfan menjelaskan bahwa yang mengikuti acara ini tidak hanya dari warga sekitar, tapi ada juga yang datang dari jauh.
“Yang datang biasanya yang dekat saja, tapi banyak juga yang datang dari jauh. Biasanya mereka adalah para pasien yang pernah maupun sedang berobat disini. Mereka kita ajak untuk berdzikir dan bersholawat guna lebih mendekatkan dirinya pada pada Nabi Muhammad Salallahu’ alaihi Wasalam dan Sang Maha Pencipta, Allah Subhanahu Wata’ala. Semoga dengan begitu proses kesembuhan bagi mereka juga jadi lebih cepat” jelasnya.
Selain dari pada itu, acara juga di isi dengan tausiah agama. Nampak mengisi acara tausiah pada malam ini, Kyai Abdullah Wong yang menjelaskan tentang makna syair dalam sholawat Burdah yang baru selesai di baca oleh para jama’ah.
(Ivan)











