ANGKET24.ID, JAKARTA PUSAT – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWCNU ) Tanah Abang peringati Milad Pertamanya di Ruko Tasik Jati Bunder Tanah Abang Jakarta Pusat pada Sabtu (04/11)
Acara yang bertema Istighosah dan Do’a Bersama Untuk H. Lulung Lunggana ini di hadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PWNU) KH. Syamsul Ma’arif
Turut hadir dalam acara ini Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanah Abang KH. Alit Kusnizar dan Ketua Syuriah KH. Ramlizhaque beserta jajarannya dan para pengurus jajaran Ranting se – Tanah Abang serta para jama’ah umum.
Di mulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Yalal Wathon secara bersama – sama, acara di lanjutkan dengan sambutan Ketua PWNU KH. Syamsul Ma’arif.
Dalam sambutannya KH. Syamsul Ma’arif menyampaikan arti dan maksud dari pada Tawasuth ( Modern ) atau Tawatsiyah yang merupakan cara NU dalam berdakwah.
” Ada faham yang ke kiri – kirian yaitu kaum Liberal yang hanya mengandalkan logika dan meninggalkan tekstual ilmu, dan ada juga faham yang ke kanan – kananan atau hanya bersandarkan pada tekstual sehingga apa yang tidak ada dalam teks maka di anggap Bid’ah atau haram. Tapi di NU tidak” papar KH Syamsul Arif
KH. Syamsul Ma’arif menambahkan bahwa NU adalah pemahaman yang mempadukan antara keduanya.
“Pemahaman kita tak hanya bersandarkan pada tekstual saja dan juga tidak hanya dengan logika saja. Tapi kita mempadupadankan antara keduanya. Itu makanya kita memiliki faham Tawasuth/tengah – tengah atau Modern” pungkasnya.
Di akhir sambutannya Samsul Ma’arif
meminta do’anya para jama’ah untuk kesehatan H. lulung Lunggana yang merupakan pembina dari MWCNU Tanah Abang yang sekarang ini sedang di berikan ujian sakit dengan membacakan surat Al Fatihah dan di lanjutkan dengan pembacaan Ustighosah secara bersama – sama.
Sementara itu tokoh pemuda Tanah Abang yang juga merupakan Bendahara MWCNU Tanah Abang H. Heru menyampaikan harapannya pada para pengurus baru yang sudah berusia satu tahun ini agar kembali membangkitkan gairah dan semangat berdakwah sebagaimana dirinya dulu saat masih menjadi anggota Banser di tahun 90 an.
“Dahulu kita sangat banyak memiliki anggota. Di Tanah Abang saja ada sekitar 4000 an anggota dan di Jati Pulo sekitar 800 an orang. Namun dalam Sepuluh tahun kemari hal itu semakin menyusut” ungkap H. Heru.
Acara di akhiri dengan diskusi bersama jajaran pengurus MWC dan Ranting NU se Tanah Abang guna merencanakan program kegiatan selanjutnya. Ikut sumbang saran dalam hal ini Ketua GP Ansor Jakarta Pusat H. Ruslan Hidayat.
(Ivan)











