ANGKET24.ID, KABUPATEN TANGERANG – Menanggapi adanya keputusan Gubernur Banten atas hasil evaluasi terkait kasus positif Covid-19 dan varian Omicron di Tangerang Raya, yang memutuskan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk SMA dan SMK di hentikan sementara. Maka, SMA Negeri 20 yang terletak di Buaran Bambu Pakuhaji Kabupaten Tangerang kembali melaksanakan Pembelajaraan Jarak Jauh ( PJJ ).
Hal ini di sampaikan Kepala Sekolah SMAN 20 Rina Istianawati pada awak media di ruang kerjanya. Rina menyatakan bahwa dirinya mengikuti dan melaksanakan Surat Edaran (SE) Gubernur Banten yang terakhir (4/2/2022), yang meminta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kurangi.
“Saat ini murid belajar di kelas memang sudah harus mengarah kepada 25 persen, untuk pencegahan Omicron yang meluas” ujarnya.
Prinsipnya sekolah setuju dan siap melaksanakan. Untuk hari ini saja kita sudah sterilisasi, dan untuk hari senin sudah di berlakukan 25 persen dari jumlah siswa dan siswi yang hadir. Jadi kurang lebih 10 siswa per kelas.
Rina berharap mudah-mudahan hal ini tidak ada kelanjutannya, dan secepat mungkin Omicron ini bisa di tekan sehingga murid bisa cepat belajar normal lagi.
“Minimal bisa kembali 50 persen, selanjutnya bertahap bisa 100 persen. Walaupun perkembangannya masih cukup luar biasa, semoga lekas normal lagi secepatnya” harapnya.
Rina mengungkapkan bahwa untuk saat ini, murid di SMAN 20 Kabupaten Tangerang yang sudah di vaksin hampir mencapai 90 persen vaksin kedua. “Dari 1.170 murid hanya 70 siswa yang belum divaksin, di karenakan kendala penyakit turunan dan terkait izin orang tua” ungkapnya.
Soal aturan PTM terbatas 25 persen ini Rina menjelaskan bahwa murid yang di rumah tetap akan melakukan belajar melalui fasilitas online (daring).
“Sebelum ini kita sudah menjalankan PTM 50 persen, karena itu ketika SE Gubernur turun, pihaknya sudah siap untuk memberlakukan kembali proses belajar dengan 25 persen dari total murid per kelasnya. (Yayan)











