Pelantikan Pejabat Kementan, Mentan Amran Dorong Meritokrasi dan Percepatan Program Strategis

Sumber: Kementrian Pertanian RI
Sumber: Kementrian Pertanian RI
banner 468x60

ANGKET24.ID, JAKARTA — Reformasi birokrasi di sektor pertanian kembali ditegaskan Kementerian Pertanian melalui pelantikan puluhan pejabat strategis. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa jabatan merupakan amanah berbasis kinerja yang harus berdampak langsung pada percepatan pembangunan pertanian nasional.

Komitmen tersebut disampaikan saat Mentan melantik dan mengambil sumpah jabatan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta satu pejabat fungsional Ahli Utama di lingkungan Kementerian Pertanian, Jumat (6/2/2026), di Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan sistem meritokrasi sekaligus percepatan pelaksanaan program strategis pertanian.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi berbasis kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi. Langkah ini disebut sejalan dengan agenda reformasi birokrasi Kementan serta perhatian besar Presiden terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan hadiah, tetapi hasil kerja keras saudara semua. Kami menerapkan meritokrasi, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Nilai Anda murni dari kinerja,” kata Mentan Amran.

Dalam arahannya, Mentan Amran menekankan bahwa pelantikan harus diikuti dengan pengawalan ketat terhadap agenda prioritas pertanian. Sejumlah program strategis menjadi perhatian utama, mulai dari penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, brigade pangan, hingga penguatan hilirisasi pertanian. Ia juga menegaskan pentingnya laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang dievaluasi secara disiplin.

“PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani sampai ke pelosok,” ujarnya.

Selain menekankan agenda ke depan, Mentan Amran turut menyoroti capaian besar sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, Indonesia mencatatkan lompatan kinerja pertanian, mulai dari perbaikan tata kelola keuangan kementerian dari opini WDP menjadi WTP, peningkatan produksi, hingga kontribusi nyata dalam menurunkan harga beras dunia.

“Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan dunia. Ketika Indonesia berhenti impor, harga pangan global ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras kita semua,” katanya.

Ke depan, Kementerian Pertanian menargetkan capaian yang lebih ambisius, seperti ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang berjalan nyata di lapangan. Mentan Amran meminta seluruh jajaran menjaga integritas dalam penyaluran bantuan, memastikan alat dan mesin pertanian tepat sasaran, serta mengawasi harga pupuk agar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” tegasnya.

Menutup arahannya, Mentan Amran mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani agar tetap kuat dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.

“Ayo kita bekerja lebih baik dari hari kemarin. Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” pungkasnya.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *