ANGKE24.ID, KOTA TANGERANG — Perpustakaan Kampung Jimpitan Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Mitra Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026, perpustakaan tersebut berhasil meraih juara 1 tingkat nasional dengan nilai Key Performance Indicator (KPI) sempurna, yakni 100 persen.
Capaian tersebut menempatkan Perpustakaan Kampung Jimpitan Batujaya sebagai salah satu percontohan dalam pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Kampung Jimpitan KB2, Slamet Hariyanto, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari pengelola perpustakaan, pemerintah, hingga masyarakat yang aktif terlibat dalam berbagai program yang dijalankan.
“Raihan nilai KPI 100 persen ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti komitmen kami dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui program TPBIS, Perpustakaan Kampung Jimpitan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar keterampilan baru, meningkatkan kapasitas diri, hingga mengembangkan potensi ekonomi keluarga.
Slamet menjelaskan, keberhasilan tersebut didukung oleh sejumlah langkah strategis yang terus dijalankan secara berkelanjutan. Di antaranya modernisasi sarana dan fasilitas perpustakaan, pelibatan masyarakat dalam berbagai pelatihan keterampilan, penguatan kemitraan lintas sektor, serta optimalisasi publikasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan telah memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa perpustakaan berbasis inklusi sosial di tingkat kelurahan mampu menjadi motor penggerak perubahan positif, baik dalam peningkatan kualitas hidup maupun kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Keberhasilan meraih juara 1 nasional dengan nilai KPI sempurna diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pengelola perpustakaan lainnya untuk terus berinovasi dan memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat. (Wahyu)












