ANGKET24.ID, TANGERANG SELATAN – Polsek Pamulang melalui Kanit Reskrim Aiptu Iskandar lakukan Mediasi perdamaian Pasca tawuran pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Pamulang dan SMP 1 ( Satu ) PGRI Ciputat pada Hari Guru Nasional, Kamis (25/11) lalu di depan Pusat Perbelanjaan Pamulang Squere.
Perdamaian di langsungkan di Musholla SMP Negri 9 Pamulang, Jalan Lontar Martil Sarua Permai, Benda Baru Pamulang pada Senin (29/11) Kedua Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, para murid dan komite Sekolah dan Orang Tua. Sedangkan Kepala Sekolah SMP Negri 9 Pamulang Yantho dan Kepala sekolah SMP PGRI Ciputat, K. Sukana menjadi saksi atas Komitmen Bersama ini.
Komitmen Perdamaian Bersama ini di tandai lewat penandatanganan berita acara antara pihak pertama SMP Negeri 9 Pamulang dengan pihak kedua SMP PGRI 1 ,( Satu ) Ciputat.
Komitmen ini berisikan. Pertama, tidak mengulangi perbuatan yang merugikan kedua belah pihak (tawuran). Apa bila masih melakukan perbuatan yang sama, maka siswa tersebut siap mengundurkan diri atau di keluarkan. Kedua mencegah tawuran susulan dan melakukan pembinaan seluruh siswa baik yang terlibat tawuran maupun tidak.
Pada awak media Angket24.id, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negri 9 Pamulang Yudhi Setiadi dan Betty Nurbaeti mengungkapkan bahwa, kejadian tawuran kemarin terjadi pada saat tidak ada jadwal pelajaran di sekolah.
“Pada hari kejadian, sekolah memang sedang tidak ada aktifitas. Kita hanya upacara saja guna memperingati Hari Guru Nasional. Hanya ada guru dan perwakilan murid saja yang hadir di sekolah sebenarnya” ungkap Betty S.
Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadi nya hal yang serupa, pihak sekolah bersama Polsek Pamulang dan Koramil Pamulang melakukan pembinaan selama 4 hari.
Betty menambahkan bahwa menyikapi hal ini pihak sekolah juga sudah melakukan pembinaan ke para murid dengan cara pendekatan khusus.
“para murid kita berikan program pendekatan rohani dan bimbingan konseling serta peduli lingkungan, agar bisa lebih menahan diri sehingga dengan begitu agar hal ini tak lagi terulang” tukas Betty.
Kanit Reskrim Polsek Pamulang Aiptu Iskandar sebagai inisiator terlaksananya acara ini menjelaskan bahwa kejadian ini berawal dari adanya provokasi oleh para alumni kedua sekolah ini di IG pada para adik kelasnya.
“para alumni sekolah ini memprovokasi mereka melalui Instagram. Akhirnya akibat provokasi itu terjadilah tawuran kedua siswa sekolah ini di depan Pamulang Square” jelas Aiptu Iskandar
Akibat kejadian ini seorang siswa bernama Ali Topan, siswa kelas 9 SMP Negeri Sembilan terluka dengan 25 jahitan dan sekarang masih dalam perawatan di RSUD Tangerang Selatan.
(adi)











