ANGKET24.ID, Tangerang Selatan– Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) Ciputat menggelar acara Lailatul Ijtima, Senin malam ( 27/09) di Pondok pesantren Bani Abbas Rawa Lele Jombang Ciputat Tangerang Selatan.
Bertindak sebagai penceramah utama dalam acara ini Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Prof. DR. KH Manarul Hidayat MA dan Kepala Kantor Kementrian Agama Tangerang Selatan H. Abdul Rojak.
Dalam ceramahnya KH Manarul Hidayat mengungkapkan kembali bagaimana cikal bakal berdirinya NU dan kiprah perjalanan Organisasi Islam terbesar di dunia ini baik untuk di dalam maupun di luar negeri.
Sebagai Organisasi Islam terbesar yang sudah memiliki banyak cabang di luar negeri, PBNU sudah menjadi rujukan bagi berbagai negara Islam lainnya dalam menjaga kedaulatan dan persatuan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
“Kita sudah menjadi contoh dan tauladan bagi negara lain dalam melaksanakan kehidupan beragama. Karena itu kita harus terus menjaga kerukunan di antara umat beragama di negeri ini sebagaimana yang sudah di contohkan Wali Songo dalam menyebarkan dan menjalankan kehidupan beragama. Karena hanya dengan cara itulah kita bisa tetap menjaga kesatuan dan persatuan sesama anak bangsa dan terhindar dari perang saudara sebagaimana yang terjadi di negeri lain,” ungkapnya.
lebih lanjut KH Manarul Hidayat menegaskan pentingnya patuh dan tunduk pada pemerintahan resmi negara ini. “Siapapun dia orangnya, selagi dia pemimpin kita maka haram hukumnya bagi warga NU untuk memberontak pada negara,” tegasnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama H. Abdul Rojak dalam kesempatan pidatonya membeberkan arti Lailatul Ijtima yang merupakan salah satu tradisi warga NU dan tidak akan di temukan di tempat lain.
“Lailatul Ijtima atau Malam Pertemuan seperti ini hanya ada di tradisi NU. Anda tak akan menemukan kegiatan seperti ini di tempat lain kecuali pada kalangan ulama NU,” bebernya.
Karena itu Kepala Kamenag H Abdul Rojak meminta agar setiap ranting yang ada di bawah MWC Ciputat ini di harapkan datang dan membawa pengurusnya dalam acara seperti ini.
Hal ini senada dengan harapan dan permintaan Ketua Pengurus PCNU KH Abdullah Mas’ud kepada seluruh pengurus NU yang berada di wilayah Tangsel.
“Saya meminta kepada Pengurus MWC dan Ranting se – kota Tangsel untuk menghidupkan kembali Tradisi LAILATUL IJTIMA NU” ujar KH Abdullah Mas’ud.
“Tradisi Lailatul Ijtima Khas NU seperti ini harus dihidupkan kembali di Kota Tangsel, karena selain sebagai media silaturrahim Jamaah Nahdliyin, juga sebagai sarana untuk meneguhkan semangat berjamiyah dan berfungsi untuk mentransformasikan gagasan, pengetahuan dan program pemberdayaan warga,” pungkasnya.
Sementara itu Camat Ciputat Drs H. Andi Fatabay Msi yang di wakili oleh Sekretaris Kecamatan Ali Akbar Msi menjelaskan bagaimana keadaan status kecamatan Ciputat dalam hal kondisi zona yang sekarang ini dalam menghadapi masa pandemi Covid 19.
” Kita sudah di Zona Tiga sekarang ini dan semoga kita akan ke Zona Dua hingga acara seperti ini dapat kita lakukan seperti biasa setelah lama terhenti akibat pandemi Covid 19. Karena itu kami meminta pada masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti prokes sesuai dengan aturan Pemerintah agar pandemi ini tak lagi terjadi” ujar Ali Akbar.
Acara di akhiri dengan do’a bersama yang di pimpin oleh oleh Ketua PCNU Tangerang Selatan KH. Abdullah Mas’ud dan foto bersama dengan anggota Banser Ciputat yang turut hadir mensukseskan acara ini.
Nampak hadir dalam acara Lailatul Ijtima ini Wakil Ketua LDNU Tangsel DR. Muhammad Zen Lc. MA. Panglima Dakil ( Dakwah Keliling Mubaligh NU Tangsel ) yang juga merupakan Ketua Pengurus MWC Ciputat DR Hasan Asahi Ora Mahi MA, pimpinan sekaligus pemilik pesantren Ibnu Abbas DR KH Ibnu Abbas, ki Firman Al Batawi atau yang biasa di sebut Ki Wiro dan para tokoh agama se – Tangsel serta masyarakat umum.(Ivan)











