ANGKET24.ID, TANGERANG SELATAN -Rumah Singgah Al Fath yang selama ini menjadi tempat kumpulnya para mahasiswa guna saling bertukar informasi melaksanakan aneka kegiatan sosial maupun seni kini bergerak lebih spesifik lagi dengan memberikan pelayanan pengasuhan dan pendidikan bagi para anak yatim dan dhuafa dengan konsep Pesantreneur (pesantren yg berentrepreneur).
Guna mewujudkan hal itu maka bangunan rumah yang terletak di komplek pajak Jurang Mangu Barat Pondok Aren Tangerang Selatan ini pun di renovasi. Bangunan yang tadinya hanya rumah biasa itu, kini di buat dua lantai dengan 6 ruangan kamar tidur besar bagi para santri dan satu ruangan besar untuk para guru dan pembinanya. Tersedia pula panggung aksi berukuran 6 x 3.5 M2 bagi para santri guna mengekspresikan bakat seninya disini.
Luas tanahnya sendiri sebanyak 750 M2 dengan luas bangunan rumah 18 x 12 M2 di lengkapi dengan Aula seluas 12 x 15 M2 dan Musolah 8 x 4 M2. Tersedia pula ruko dengan luas 6,5 x 6,5 M2 bagi para santri belajar wirausaha.

H. Fathurahman selaku pemilik dan pengelola Rumah Singgah Al Fath yang juga merupakan pembina Banser Pondok Aren menerangkan pada awak Media di lokasi pembangunan bahwa hal ini di lakukannya karena prihatin dengan kehidupan anak yatim dan dhuafa terutama dalam hal pendidikan sekolah lanjutannya pada Minggu (03/10/2021).
“Banyak para anak yatim dan dhuafa yang tak mampu melanjutkan sekolahnya karena tak punya biaya dan menganggur. Oleh Karena itu kita akan berusaha untuk memberikan kesempatan pada santri yatim dan dhuafa ini untuk memaksimal potensi dirinya ketika mereka nanti ada disini” terangnya.
Konsep pembinaan dan pendidikannya memang masih terus di godok oleh Rumah Singgah Al Fath bersama para praktisi dan profesional guna menghasilkan yang terbaik bagi para anak yatim sambil menunggu rampungnya renovasi rumah tersebut.
” Kita ingin para anak yatim dan dhuafa yang berada disini nanti bisa menjadi enterpreneur atau pengusaha dan berbagi juga pada sesamanya. Karena itu pendidikan dan pembinaannya akan kita konsep sebaik mungkin agar para anak yatim ini memiliki mental pengusaha agar nanti bisa bersaing di masa depan mereka dalam menjalani kehidupannya” beber H. Faturahman.
Beberapa mahasiswa dan praktisi yang memiliki minat yang sama dalam hal ini nampak asyik berdiskusi guna memberikan konsep yang terbaik sambil menikmati malam dengan sajian kopi dan aneka gorengan ala kadarnya.
Rencana yang di gagas oleh sang pemilik Rumah Singgah Al Fath ini mendapatkan simpati dan dukungan penuh dari para kolega dan mahasiswa yang biasa ada disini. Beberapa dari mahasiswa sendiri nanti akan di jadikan sebagai staf maupun pendidik bagi para anak yatim tersebut.
M. Ichwan salah satu praktisi pengajar anak yang ada dalam diskusi malam ini menuangkan segala ilmu dan pengalamannya selama menjadi pendidik bagi anak usia dini.
” Kita ingin merumuskan pola pendidikan yang terbaik bagi para anak yatim yang tinggal disini nanti. Karena itu semua masukan dari segala disiplin ilmu berkumpul dan berdiskusi malam ini” terang M. Ichwan.
(Ivan)











