ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai peluang usaha yang produktif dan bernilai ekonomi. Melalui kreativitas dan keterampilan digital, anak muda diharapkan mampu membangun bisnis, memperluas pasar, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Sachrudin saat membuka Pelatihan Affiliator dan Mahasiswapreneur Accelerator yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Menurut Sachrudin, perkembangan teknologi membuka peluang usaha yang semakin luas. Membangun bisnis kini tidak selalu membutuhkan toko fisik atau modal besar. Dengan memanfaatkan platform digital secara tepat, generasi muda dapat memasarkan produk, menjangkau konsumen lebih luas, hingga memperoleh penghasilan melalui sistem afiliasi.
“Anak muda jangan hanya menjadi konsumen digital. Manfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang, mengembangkan usaha, dan menghasilkan nilai ekonomi. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus belajar, ruang digital bisa menjadi jalan menuju kemandirian,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, kreativitas, dan literasi digital menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersaing di tengah perubahan dunia usaha. Karena itu, pelatihan semacam ini perlu dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun keberanian dalam memulai usaha.
“Peluang saat ini terbuka lebar. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar. Kita ingin generasi muda tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” tambahnya.
Sachrudin menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong peningkatan keterampilan dan kewirausahaan masyarakat melalui berbagai program, di antaranya pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) serta fasilitasi kerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Tangerang.
Menurutnya, pengembangan keterampilan perlu berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan teknologi. Dengan begitu, masyarakat memiliki bekal yang relevan, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan bisnis secara mandiri.
Melalui program Mahasiswapreneur Accelerator, Sachrudin berharap peserta dapat mengoptimalkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran, memperluas jejaring usaha, serta membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Jangan berhenti pada pengetahuan. Terapkan apa yang dipelajari menjadi karya dan peluang usaha nyata. Kami berharap lahir semakin banyak wirausaha muda yang inovatif, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPK APINDO Kota Tangerang, perwakilan DPP APINDO Banten, perwakilan Paragon Corp, Ketua Yayasan Islam Syekh-Yusuf, serta jajaran civitas akademika Universitas Islam Syekh-Yusuf. (Jenni)












