Sachrudin: Parpol Harus Jadi Pusat Pendidikan Politik untuk Cetak Kader Berkualitas

banner 468x60

ANGET24.ID, KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menekankan perlunya penguatan peran partai politik sebagai lembaga pendidikan politik dalam menghadapi dinamika global dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Kursus Singkat bagi Pengurus Partai Politik (Parpol) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI di Aula Al-Amanah, Gedung Puspem Kota Tangerang, Selasa (28/04/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Ia menilai, perubahan global yang terjadi saat ini tidak lagi bersifat jauh, melainkan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, termasuk dalam pembentukan opini publik di ruang digital.

“Dinamika geopolitik global kini tidak lagi bersifat jauh. Dampaknya bisa langsung dirasakan hingga ke tingkat ekonomi masyarakat. Di sisi lain, teknologi digital mampu membentuk opini publik hanya dalam hitungan detik,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Sachrudin menegaskan bahwa partai politik harus mampu beradaptasi dan tidak hanya berperan dalam kontestasi elektoral.

“Partai politik tidak cukup hanya menjadi mesin pemenangan pemilu. Parpol harus naik kelas menjadi lembaga pendidikan politik yang modern, adaptif, dan berintegritas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel, serta didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul.

“Penguatan kelembagaan harus diiringi dengan lahirnya kader yang melek teknologi, memiliki nalar kritis, serta menjunjung tinggi integritas. Ini adalah kunci untuk menjaga kualitas demokrasi ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di era digital membawa tantangan tersendiri, terutama terkait potensi disinformasi dan polarisasi di masyarakat.

“Disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi menjadi tantangan nyata. Karena itu, partai politik harus mampu mengambil peran sebagai penjaga etika di ruang digital,” ungkapnya.

Menurutnya, media sosial perlu dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana edukasi politik yang sehat dan membangun.

“Media sosial harus menjadi ruang yang mencerahkan dan memperkuat persatuan, bukan memperkeruh suasana apalagi memecah belah,” pungkasnya. (jenni) 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *