ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG.- Tak jua mendapatkan kepastian dari Walikota Tangerang Arif Wismansyah atas janjinya menutup pasar Induk Tanah Tinggi, Kamis (06/01) puluhan pedagang Pasar Induk Jatiuwung akhirnya mengadukan nasibnya ke para Wakil Rakyat di gedung DPRD Kota Tangerang.
Para pedagang Pasar Induk Jatiuwung menagih janji dari Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang termuat dalam media cetak pada bulan Oktober 2018 yang mengatakan bahwa Pasar Induk Tanah Tinggi yang habis izin operasionalnya pada 2021 tidak akan diperpanjang. Namun kenyataannya, hingga kini pasar tersebut masih buka dan terus berjalan.
Hal ini tentu saja sangat menyusahkan pedagang pasar induk keduanya, karena para pembeli yang ada hanyalah mereka yang selama ini berbelanja ke Pasar Induk Tanah Tinggi. Dengan terbaginya para pembeli pada Dua pasar Induk, tentu saja sangat mengurangi penghasilan para pedagang.
“Setiap hari Kami terus rugi dan hanya bisa menambah hutang karena situasi dagang yg seperti ini” ungkap Ujang salah seorang pedagang.
Ujang menambahkan bahwa kerugian yang paling terasa adalah bagi para pedagang yang harus cepat terjual seperti sayuran hijau, cabai dan buah. Jika pembeli terus sepi maka bagi kami para penjual yang dagangannya cepat rusak dan harus segera laku, jelas ini sebuah siksaan. Karena jika sampai pagi hari dagangan kami tak juga laku maka bisa di pastikan barang akan rusak dan susut bahkan terbuang percuma karena tak ada yang beli. Kami yakin bahwa kerugian tidak hanya pada kami tapi juga para pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi.
“Kami sudah tak punya apa – apa lagi untuk bisa berdagang disini. Hasil kerja keras kami selama ini habis dan hanya bisa menambah hutang untuk dapat bertahan dagang disini. Beberapa di antara rekan kami bahkan sudah bangkrut karena tak kuat lagi bertahan” keluhnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo berjanji menampung aspirasi para pedagang untuk kemudian di tindak lanjuti. “Isi aspirasi ada tiga poin yang disampaikan dan ini akan kita tindak lanjuti. Nanti kita akan berkoordinasi dan berkomunikasi serta memanggil dinas terkait yang berkaitan dengan kondisi Pasar Induk Tanah Tinggi dan Jatiuwung ini” terang Gatot. (Ivan)











