Tutup Pelatihan ASN, Maryono Tekankan Budaya Pelayanan Prima di Lingkungan Pemkot Tangerang.

Tutup Pelatihan ASN, Maryono Tekankan Budaya Pelayanan Prima di Lingkungan Pemkot Tangerang.
banner 468x60

ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui Pelatihan Teknis Substantif Pelayanan Publik yang ditutup oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, Kamis (4/6/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi sekaligus membentuk aparatur yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Dalam arahannya, Maryono menegaskan pelayanan publik merupakan salah satu wajah pemerintah yang paling dekat dan langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Pelayanan publik merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat. Kinerja pemerintah tidak hanya dinilai dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparatur,” ujarnya.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik saat ini semakin tinggi. Tidak hanya cepat dan tepat, pelayanan juga harus mampu memberikan solusi, ramah, serta responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, aparatur dituntut terus meningkatkan kompetensi, kemampuan komunikasi, serta memiliki empati dalam memberikan pelayanan.

Maryono menjelaskan, pelatihan yang digelar BKPSDM merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, ASN juga dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital guna menghadirkan layanan yang lebih efektif, mudah diakses, dan transparan.

Ia menegaskan, berakhirnya pelatihan bukan menjadi akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Jadilah aparatur yang profesional, responsif, dan mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pesannya.

Maryono juga mengapresiasi BKPSDM, para narasumber, fasilitator, dan seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh komitmen. Ia berharap semangat meningkatkan kompetensi terus dijaga sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang modern dan adaptif.

“Masyarakat mungkin tidak selalu mengingat program yang kita buat, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana mereka dilayani. Karena itu, pelayanan prima harus menjadi budaya yang terus dibangun dan dijaga oleh setiap aparatur,” tutup Maryono. (Sudirman)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *