ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat merespons sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak hingga wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangerang membagikan masker gratis kepada masyarakat serta mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Tugu Adipura, Jalan Veteran, Senin (7/9/2026). Petugas gabungan membagikan masker secara langsung kepada pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki yang melintas.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, turun langsung bersama jajaran lintas instansi untuk memastikan pendistribusian masker berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Bersama dinas terkait dari BPBD, Dinas Kesehatan, Sekda serta PMI, kita bagi-bagikan masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Hari ini, pembagian masker salah satunya kita lakukan di Jalan Veteran kawasan Tugu Adipura sebagai langkah antisipasi akibat sebaran abu vulkanik kaitan dengan letusan Gunung Anak Krakatau,” ujar Sachrudin.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan. Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik, yang penting kita jaga kesehatan kita. Karena kita khawatirkan dampak abu vulkanik ini, penggunaan masker sangat diperlukan agar kita dapat menghindari penyakit ISPA dan gangguan kesehatan lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel ke sejumlah lokasi pelayanan publik dan jalur transportasi utama untuk memastikan distribusi masker dapat menjangkau masyarakat secara merata.
“Kami juga terus memantau intensitas sebaran abu vulkanik dan berkoordinasi secara berkala dengan lembaga pemantau cuaca dan kebencanaan,” terang Mahdiar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Persiapan yang pertama adalah edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya abu vulkanik pada mata dan kulit. Yang kedua, seluruh puskesmas dan rumah sakit sudah siap. Terlebih saat ini juga musim kemarau, jadi bukan hanya abu vulkanik saja, salah satunya pencegahannya dengan menggunakan masker, kacamata, serta segera berobat ke fasilitas kesehatan jika ada keluhan,” paparnya.
Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna menjaga kesehatan selama kondisi sebaran abu vulkanik masih berlangsung. (Jenni)












