ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus mendorong modernisasi sektor pertanian perkotaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar Pelatihan Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Internet of Things (IoT) bekerja sama dengan Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari Forum KWT Kota Tangerang, penyuluh pertanian lapangan, tim produksi pertanian hingga mahasiswa. Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi di sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan penerapan teknologi menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan pertanian perkotaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Melalui teknologi ini, kami ingin peserta lebih terampil mengelola penyiraman otomatis demi mewujudkan pertanian perkotaan yang modern, efisien dan berkelanjutan,” jelasnya, Jumat (19/6/26).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dapat membantu petani melakukan pengelolaan penyiraman secara lebih efektif. Sistem tersebut mampu mengatur distribusi air secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.
Selain meningkatkan efisiensi, teknologi penyiraman otomatis juga dinilai dapat membantu menjaga kualitas pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung kestabilan hasil panen di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dasar hingga praktik penggunaan perangkat penyiraman berbasis IoT yang dapat diterapkan langsung di lingkungan pertanian masing-masing.
“Dengan bekal keilmuan yang diperoleh, kami berkomitmen untuk segera menerapkan teknologi penyiraman cerdas ini di lingkungan masing-masing agar pertanian perkotaan kita semakin modern,” harap Muhdorun.
DKP Kota Tangerang berharap pemanfaatan teknologi digital dapat semakin memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pengembangan urban farming yang mandiri, modern dan berkelanjutan. (Wahyu)












