ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang terus memperluas peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Inklusi Sosial Ecoprint di Perpustakaan Asteria, Perum 2 RW 09, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 warga setempat sebagai bagian dari implementasi program TPBIS yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya peluang ekonomi berbasis kreativitas dan potensi lingkungan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, berinteraksi, dan mengembangkan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui program TPBIS ini, kami ingin memastikan perpustakaan dapat menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, kreativitas dan kemandirian ekonomi. Pelatihan ecoprint ini mengajarkan warga memanfaatkan potensi alam sekitar menjadi produk kriya bernilai jual tinggi tanpa merusak lingkungan,” ujar Engkos.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari seluruh tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari persiapan kain, proses pewarnaan menggunakan mordan, penataan daun dan bunga, penggulungan kain, hingga proses pengukusan agar pigmen alami melekat dengan baik pada serat kain.
Selain praktik pembuatan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami, seperti daun jati dan bunga kenikir, yang mampu menghasilkan motif khas dan bernilai estetis pada produk ecoprint.
“Ecoprint dipilih dalam program TPBIS karena ramah lingkungan, memiliki motif unik yang eksklusif, serta dapat diaplikasikan menjadi berbagai produk fesyen & kerajinan bernilai jual tinggi,” jelasnya.
Melalui program ini, DPAD Kota Tangerang berharap Perpustakaan Asteria Cibodas Baru dapat berkembang menjadi pusat inkubasi kreativitas masyarakat. Tidak hanya meningkatkan literasi, perpustakaan juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya keterampilan dan kemandirian ekonomi warga melalui kegiatan yang produktif dan berkelanjutan. (Wahyu)












