ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang di Gedung Nyi Mas Melati, Kamis (16/7/2026).
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Dr. Tihar, S.E., M.Si., mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas perempuan agar memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika dunia usaha.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi bekal bagi para peserta untuk terus meningkatkan kualitas produk, layanan usaha, hingga memperluas jaringan pemasaran.
“Pelatihan ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari penerapan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Semua itu menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas produk, layanan usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan perkembangan teknologi,” ujar Tihar.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Program PKHP, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Kami berharap ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini bukan hanya mendapatkan teori. Setelah pulang dan memperoleh ilmu dari para narasumber, ilmu tersebut dapat diterapkan di rumah maupun dalam usaha yang dijalankan. Bagi yang sudah memiliki usaha, semoga usahanya semakin berkembang. Sementara bagi yang belum memiliki usaha, kami berharap dapat mulai menjadi pelaku usaha,” katanya.
Lebih lanjut, Tihar menuturkan perempuan saat ini memiliki peran yang semakin strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian. Oleh karena itu, perempuan perlu terus didorong untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usahanya.
“Harapannya, ibu-ibu bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku usaha. Sekarang perempuan tidak hanya identik dengan urusan rumah tangga, tetapi juga harus berani menampilkan potensi diri, melakukan inovasi, serta memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha. Kami berharap para peserta nantinya dapat bergabung bersama pelaku UMKM dan terus berkembang,” tuturnya.
Melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP), DP3AP2KB Kota Tangerang berharap semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan, mampu menciptakan usaha mandiri, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian daerah. (Sudirman)












