ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengintensifkan penanganan anak tidak sekolah (ATS) melalui berbagai langkah yang lebih terarah dan menyentuh langsung akar permasalahan di lapangan. Salah satunya melalui program home visit yang melibatkan perangkat kewilayahan untuk menjangkau anak-anak yang belum atau tidak melanjutkan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan pendekatan langsung ke lingkungan keluarga menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran.
Menurutnya, melalui kunjungan ke rumah, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi anak dan faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak bersekolah.
“Untuk akses pendidikan, kita akan coba menjangkau ATS secara prioritas melalui program home visit dengan perangkat kewilayahan,” ujar Wahyudi, Kamis (27/8/26).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan mendata kondisi anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga terkait pentingnya pendidikan. Pasalnya, selain faktor ekonomi dan administrasi, rendahnya motivasi anak maupun kurangnya pemahaman keluarga mengenai keberlanjutan pendidikan juga menjadi tantangan dalam penanganan ATS.
“Melalui home visit, perangkat kewilayahan dapat membantu mengidentifikasi kondisi setiap anak secara lebih konkret. Hasil kunjungan kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai, baik terkait akses pendidikan maupun persoalan lain yang dihadapi anak dan keluarga,” papar Wahyudi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, Pemkot Tangerang juga terus mengoptimalkan berbagai program yang telah berjalan. Mulai dari program sekolah gratis, Tangerang Cerdas, hingga pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyediakan layanan Paket A, Paket B dan Paket C.
Tidak hanya berfokus pada anak yang sudah putus sekolah, upaya tersebut juga diarahkan untuk mencegah munculnya kasus baru dengan memastikan peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan sekitar, Pemkot Tangerang berharap setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak serta dapat kembali melanjutkan proses belajar sesuai kebutuhan dan kondisinya.
“Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga, Pemkot Tangerang berharap setiap persoalan dapat dipahami secara lebih utuh sehingga solusi yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak,” tutupnya. (Wahyu)












