ANGKET24.ID, Tangerang Selatan-Jembatan kecil selebar empat meter yang membentang di jalan AMD Raya kini tengah mengalami perbaikan. Jembatan yang sudah berusia tua ini di bongkar habis, guna di buat jembatan yang baru pada Senin ( 25/10).
Seorang pedagang yg berada tepat di lokasi pembangunan jembatan ini menerangkan bahwa usia jembatan ini memang sudah tua dan layak untuk di perbaiki dan di lebarkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
“Jembatan ini memang sudah lama pak. Tapi dulu yang lewat sini tidak ramai seperti sekarang,” ujarnya.
Namun sayang, persiapan penggantian jembatan ini terkesan di kerjakan asal- asalan dan membahayakan orang. Hal ini bisa di buktikan dengan jembatan pengganti bagi kendaraan roda Dua yang hanya terbuat dari bambu.
Salah seorang pekerja yang tak mau di sebutkan namanya menerangkan pada awak media bahwa hal ini sebenarnya sudah di beritahukan kepada mandor pekerja saudara Iyan. Di hadapan awak media dengan nada gurauan di katakan olehnya.
“ini mau untung banyak apa nih buat jembatan seperti ini,” ujarnya
Menurut pengalamannya, jembatan pengganti ini lebih kuat dengan batang pohon kelapa dan di lapisi plat baja. Dengan cara begitu maka pengendara yang lewat lebih aman dan tak terjadi penumpukan.
“Ini beresiko bagi pemborong, kalo sampai ada korban dan di masukan media, maka proyek pemborong ini bisa di tutup” pungkasnya.
Sementara itu Mandor Proyek Iyan ketika di konfirmasi oleh awak media angket24.id menjelaskan kalo cara seperti ini di tempatnya Muara Gembong kuat.
“Ini kalo di tempat saya Muara Gembong memang biasa dengan cara ini. Dan ini kuat kok,” jelasnya.
Ketika di tanyakan tentang intensitas pengendara yang lewat dengan kekuatan jembatan yang ada, Iyan tetap bersikeras bahwa jembatan yang di buatnya ini kuat.
Kuat pak, ga apa – apa, nanti kan kita buat dua, kalo sekarang kan memang satu jadi harus bergantian lewatnya.
Kondisi di lokasi jembatan pengganti ini memang sangat kacau dan memperihatinkan apa lagi jika hari hujan seperti sekarang ini. Jembatan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara. Tidak adanya penjagaan membuat penumpukan kendaraan roda dua menjadi semrawut karena berusaha untuk saling mendahului.
Iyan sendiri tak mau memberikan keterangan ketika di tanya nama perusahaan tempatnya bekerja dengan alasan Hpnya Lowbat.
“Tadi pagi saat jam kerja apa lagi pak. Hadooh… motor bertumpuk di sini yang ngantri mau lewat karena ga ada yang ngatur ” ujar ibu pemilik warung yang lokasinya persis di dekat jembatan.
Iyan sendiri sebagai mandor proyek ini baru datang tengah hari bersama satu orang anak buahnya dan langsung memperbaiki jembatan darurat yang belum selesai di buatnya dengan peralatan seadanya tanpa mengindahkan keselamatan bagi dirinya maupun pengendara yang lewat.
Di lokasi proyek jembatan inipun tidak ada papan proyek yang biasanya memuat keterangan tentang proyek tersebut. Dua orang petugas kelurahan Perigi Baru yang datang memonitor kegiatan ini menerangkan pada awak media bahwa dirinya datang karena melihat adanya keramaian kendaraan yang lewat depan kantor kelurahan.
“Kita mengecek saja keadaan disini, karena melihat arus kendaraan yang ramai lewat depan kantor, kita menyangka bahwa pembangunan jembatan sudah di mulai dan ternyata benar,” ujar Ismail.
Lebih lanjut di jelaskan bahwa pihak kelurahan sendiri memang di beritahu tentang adanya rencana pergantian jembatan ini.
“Kita ada di beritahu juga tentang rencana ini. Kalo masalah jembatan pengganti ini mungkin karena belum selesai. Lima Belas hari juga selesai,” ujar rekan Ismail menimpali keterangan rekannya Ismail.(Ivan)











