ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Memperingati Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat akses layanan kesehatan jantung bagi masyarakat. Layanan tersebut tersedia mulai dari deteksi dini di puskesmas hingga penanganan spesialistik di RSUD Kota Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas.
”Melalui pemeriksaan ini, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk tekanan darah dan skrining risiko penyakit tidak menular yang berkaitan dengan penyakit jantung dan stroke,” papar dr. Dini, Selasa (29/9/26).
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu munculnya keluhan atau gejala berat untuk memeriksakan kesehatan. Deteksi dini dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan serta faktor risiko yang perlu dikendalikan, seperti tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, berat badan, dan pola hidup.
Selain itu, penguatan layanan juga dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
”Penguatan layanan juga dilakukan di tingkat fasilitas kesehatan pertama. Dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama mendapatkan penguatan kompetensi terkait pemeriksaan EKG dan penggunaan AED atau Automated External Defibrillator,” jelas dr. Dini.
”Kemampuan tersebut penting untuk mendukung respons awal ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular,” tambahnya.
Untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan, RSUD Kota Tangerang menyediakan layanan spesialis jantung dan pembuluh darah yang didukung berbagai fasilitas penunjang.
”RSUD Kota Tangerang juga memiliki layanan Cardio Cerebro Vascular Center yang mengintegrasikan penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah serta stroke. Fasilitas tersebut mencakup layanan Cath Lab, klinik jantung, EKG, echocardiography, hingga layanan penunjang lainnya sesuai kebutuhan pasien,” ungkapnya.
Khusus layanan Cath Lab, RSUD Kota Tangerang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak Februari 2026 sehingga peserta JKN dapat memperoleh layanan sesuai indikasi medis dan ketentuan rujukan yang berlaku.
”Selain penanganan medis, layanan kesehatan jantung juga mencakup proses pemulihan. Rehabilitasi kardiopulmonal dapat menjadi bagian dari perawatan pasien setelah mengalami kondisi tertentu atau menjalani tindakan jantung, dengan program latihan, pemantauan dan edukasi yang disesuaikan dengan kondisi pasien,” tutupnya. (Wahyu)












