ANGKET24.ID, TANGERANG – Pelaksanaan galian pipa PDAM Kabupaten Tangerang menuai sorotan publik dan di persoalkan oleh Aktifis Tangerang Utara dan masyarakat karena di nilai tidak transparan, kangkangi prosedural dan ketentuan yang berlaku.
Joy Salah satu aktifis Tangerang Utara saat di temui awak media Rabu (02/02/2022) memaparkan, seharusnya proyek pekerjaan jaringan pipa PDAM Tirta Kerta Raharja milik PDAM Kabupaten Tangerang ini harus di hentikan terlebih dahulu karena di duga proyek Siluman.
“Kenapa saya bilang proyek siluman ?, karena tidak ada papan proyek yang menjelaskan anggarannya dari mana. Ini tentu saja menabrak UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP )” tegas Joy.
Supaya tidak dikatakan proyek Siluman, pihak PDAM dan Pelaksananya harus membuat Papan Proyek, dan itu biasanya tercantum dalam perjanjian kontrak. Hal ini menjadi suatu kewajiban karena masyarakat juga butuh tahu. Jangan main asal-asalan, karena jika bersumber dari pemerintah itu berarti menggunakan uang rakyat.
“Kita akan segera menindaklanjuti temuan ini dengan melayangkan surat ke PDAM dan meminta agar setiap proyek dari pemerintah harus ada plang proyek dan pelaksanaan benar – benar memenuhi standart” tukasnya.
Di tempat berbeda, Pengawas pekerja proyek galian Pipa PDAM Iyus, menerangkan pada awak media bahwa pekerjaan yang di lakukannya sudah berjalan selama sepuluh hari.
“Kalo masa kerjanya sih sudah 10 hari, tapi karena masih banyak kendala, efektifnya sih baru 5 hari dah” terangnya.
Mengenai belum terpasangnya papan informasi anggaran kegiatan ini, Iyus membenarkan hal itu. “Besok Sehabis jam makan siang, bapak kemari lagi aja , tanya langsung mandor namanya pak Agus, karena untuk hal papan proyek dia urusannya, tugas saya cuma mengawasi yg kerja ,” ujar Iyus.
Iyus menambahkan bahwa untuk alat pelindungan diri buat para pekerja seperti helm , rompi dan sepatu bot, pihak perusahan memang sudah memberikan, tetapi jarang di pakai oleh para pekerja.
Terkait pemasangan spanduk atau baliho, pihak pelaksana kegiatan memberikan sedikit dan gantinya Police line .
“Untuk atribut baliho, kami cuma di beri tidak banyak, tetapi yg tidak ada balihonya kami beri Police Line ,” ujar Iyus singkat.
(Yayan)











