Semarak Festival Budaya Petjoen Kota Tangerang, Tradisi Memandikan Perahu Keramat Cina Benteng Kembali Digelar

Semarak Festival Budaya Petjoen Kota Tangerang, Tradisi Memandikan Perahu Keramat Cina Benteng Kembali Digelar
banner 468x60

ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Ribuan warga memadati kawasan Klenteng Boen Tek Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci dalam perhelatan Festival Budaya Petjoen 2026, tradisi budaya masyarakat Cina Benteng yang digelar setiap tahun dan menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat.

Salah satu rangkaian utama dalam festival tersebut adalah ritual memandikan perahu keramat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Qu Yuan atau Koet Goan serta menjadi simbol pelestarian budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Wakil Ketua Panitia Festival Budaya Petjoen, Anto Tjiu Abaw, mengatakan perayaan tersebut rutin dilaksanakan setiap tanggal lima bulan lima dalam kalender Tionghoa atau dikenal dengan sebutan Go Gwe Ce Go.

“Kami menggelar tradisi Petjoen (Peh Cun) ini setiap tahun tepatnya setiap tanggal lima bulan lima atau Go Gwe Ce Go. Tujuannya untuk mengenang leluhur lewat perahu keramat yang dibuka, dimandikan, dan diberkati setahun sekali,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam prosesi tersebut, perahu keramat yang diyakini telah berusia ratusan tahun dimandikan menggunakan air kembang yang telah didoakan oleh pemuka agama. Banyak pengunjung turut menyaksikan ritual tersebut dan berharap mendapatkan keberkahan dari tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Cina Benteng.

Menurut Anto, perahu keramat tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi karena dipercaya berkaitan dengan perjalanan leluhur masyarakat Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui aliran Sungai Cisadane.

“Perahu keramat ini bukan sekadar benda bersejarah, menurut cerita yang diwariskan turun-temurun perahu keramat ini berasal dari leluhur warga Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane. Tidak heran, tradisi ini ditunggu-tunggu kedatangannya baik dari warga sekitar sampai mereka yang berdatangan dari Jakarta, Bogor, Cilegon, dan sebagainya,” katanya.

Selain ritual budaya, Festival Petjoen juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya seperti pertunjukan musik gambang kromong, pembagian kue sangjit, hingga bazar kuliner yang berlangsung selama beberapa hari.

Panitia berharap tradisi tersebut terus terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Tangerang yang hidup dalam keberagaman.

“Kami ingin tradisi ini milik bersama, semua masyarakat bisa hadir, tidak hanya dari Cina Benteng, menikmati acara sampai merasakan kebersamaan yang ada di sini. Semoga tradisi ini terus lestari khususnya bisa diteruskan oleh generasi-generasi selanjutnya,” pungkasnya. (Wahyu)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *