ANGKET24.ID, SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten terus mendorong penguatan supervisi pendidikan melalui Aksara Banten (Akuntabilitas Kinerja Supervisi Adaptif Berbasis Rapor dan Analitik).
Aksara Banten merupakan proyek perubahan yang digagas dan dikembangkan oleh Dr. H. Jamaluddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, sebagai upaya memperkuat pengelolaan kinerja pengawas sekolah agar lebih terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan proyek perubahan, dilaksanakan Bimbingan Teknis program tersebut bagi Pengawas SMA, SMK, dan SKh wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian quick win yang telah dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, pada 31 Agustus 2026 dilakukan sosialisasi kepada kepala sekolah. Selanjutnya, 4 September 2026 dilaksanakan sosialisasi dan uji coba kepada pengawas dan Cabang Dinas, kemudian pada 10 September 2026 dilaksanakan bimbingan teknis bagi pengawas wilayah Serang, Pandeglang, dan Lebak,”kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, H Jamaludin, Senin (14/09/2026).
Dari Administrasi Menuju Supervisi Berbasis Data
Aksarab Banten dirancang untuk menyatukan berbagai tahapan kerja pengawas dalam satu siklus, mulai dari perencanaan, pelaksanaan supervisi, pencatatan bukti, verifikasi, penilaian, coaching, rekomendasi, hingga tindak lanjut.
Dalam pelaksanaannya, Rapor Pendidikan dan data Standar Pelayanan Minimal (SPM) dimanfaatkan untuk membantu pengawas mengenali permasalahan dan menentukan prioritas pembinaan. Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memperkuat analisis dan menentukan tindak lanjut yang lebih tepat.
Pendekatan ini mendorong perubahan dari supervisi yang berorientasi pada kelengkapan administrasi menuju supervisi yang lebih menekankan ketepatan diagnosis, kualitas pembinaan, rekomendasi, dan penyelesaian tindak lanjut.
Bimbingan Teknis sebagai Ruang Praktik
Bimbingan teknis tidak hanya memberikan penjelasan mengenai konsep AKSARA BANTEN, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengawas untuk mempraktikkan alur penggunaan, memahami indikator dan bukti kinerja, mencoba mekanisme pelaporan, serta mengenal pemanfaatan dashboard analitik.
Pengawas juga diberikan ruang untuk menyampaikan kendala dan masukan berdasarkan pengalaman di lapangan. Masukan tersebut menjadi bahan penting dalam penyempurnaan perangkat dan mekanisme AKSARA BANTEN.
Implementasi AKSARA BANTEN melibatkan berbagai pihak, dengan pengawas sekolah sebagai salah satu pengguna utama. Cabang Dinas Pendidikan berperan dalam mendukung koordinasi dan implementasi di wilayah, sementara pimpinan memperoleh informasi yang lebih terstruktur untuk mendukung monitoring dan pembinaan.
Dengan pola tersebut, pengawasan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian laporan, tetapi mampu menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas, melakukan pembinaan, dan mengawal perbaikan di satuan pendidikan.
Menuju Perluasan Implementasi
Pelaksanaan bimbingan teknis di berbagai wilayah menjadi bagian dari proses pengujian dan penyempurnaan AKSARA BANTEN sebelum penerapannya diperluas. Pengalaman dan masukan dari pengguna pada tahap awal akan digunakan untuk memperbaiki indikator, proses kerja, SOP, serta dashboard.
Ke depan, AKSARA BANTEN diarahkan untuk diterapkan secara bertahap pada seluruh wilayah kerja pengawas sekolah di Provinsi Banten dan menjadi bagian dari penguatan sistem supervisi pendidikan yang akuntabel, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. (Wahyu)












