ANGKET24.ID, KOTA TANGERANG – Kejadian keributan di Pasar Lama, Sukasari Tangerang, Kota Tangerang yang sempat viral dan sudah dijaeikan rilis oleh Polres Metro Tangerang Kota tidak sepenuhnya benar. Nasrullah salah satu yang turut melerai dan terlibat dalam pertengkaran dorong mendorong pedagang Gudeg (Coki) meminta peristiwa tersebut diceritakan secara utuh sesuai kronologis sebenarnya, Senin (11/5/26).
Menurutnya, apa yang di rilis oleh Polres Metro Tangerang Kota tidak sebenarnya benar. Enas panggilan akrabnya menceritakan awal mula peristiwa tersebut bahwa, ketika Iyan salah satu darinya meminta agar cucian piring saudara Coki pedagang Gudeg dipindahkan agar tidak menghalangi jalan dan pedangang lain pada Jumat sore tanggal (8/5/26). Karena tidak senang dengan teguran saudara Iyan. Saudara Coki emosi sehingga terjadilah adu mulut dan dorong-dorongan dan kaki Coki tersandung kaki sendiri sehingga dia jatuh oleh dirinya sendiri.
“Jadi bukan jatuh karena kita dorong, tapi keserimbet kaki sendiri,” cerita Enas saat ditemui di Polsek Tangerang.
“Bukan membela diri, tapi kejadiannya tidak serta merta seperti yang ada di dalam vidio yang beredar. Awal mula kejadiannya tidak diceritakan dalam rilis tersebut,” Ujar Enas.
Ia juga menepis melakukan aksi pemukulan, di dalam vidio jelas hanya saling dorong dan tidak ada pemukulan.
“Di vidio kan jelas tidak mukul hanya saling dorong. Kita hanya ingin melerai karena sudah emosi semua. Ya cerita awal kejadian karena kita menegor agar cucian piring dan meja dagangan di geser karena itu dekat akses keluar masuk gerobak pedagang, namun tidak pernah diindahkan, mejanya panjang banget itu punya Coki pedagang Gudeg Pasar Lama, ” ujarnya.
“Pas kejadian itu lanjutnya, menuduh kita sebagai preman disana dan diduga mengambil hp, sehingga memicu reflek dan situasi memanas (spontanitas) karena menuduh kami mencuri HP. Coki emosi mencekik, merobek kaos saudara iyan dan mencakar dada sebelah kiri, sebenarnya yang preman dia atau kami,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Enas kami juga akan menempuh jalur yang sama karena saudara kami Iyan mengalami luka dan sakit tenggorokan karena dicekik oleh Coki. bahwa dari pihaknya juga mengalami sakit. Setelah kejadian kita langsung dibawa ke Polsek.
“Untuk konsekuensi kita terima dan jalani. Namun di kita juga ada korban dan juga akan melakukan laporan resmi dan melakukan visum,” tegasnya.
Enas berharap kasus ini terang benderang dengan melihat awal “duduk permasalahan sehingga semuanya jelas. Karena yang dagang (Coki) ditempat tersebut bukan hanya dia sendiri,” pungkasnya. (Sudirman)












