ANGKET24.ID, BOGOR – Di hadapan ribuan pemimpin daerah dan pejabat negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas tentang arah kepemimpinan nasional di tengah tantangan sosial yang masih dihadapi bangsa. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (02/02/2026), Presiden menekankan bahwa pembangunan tidak boleh tercerabut dari realitas kehidupan rakyat.
Presiden menilai, agenda besar pembangunan nasional harus berpijak pada keberanian untuk mengakui persoalan mendasar yang masih ada, terutama kemiskinan dan kesenjangan kesejahteraan. Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam yang melimpah tidak serta-merta menjamin kemakmuran jika tidak dikelola dengan keberpihakan yang jelas kepada rakyat.
“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menempatkan Rakornas bukan sekadar forum koordinasi teknokratis, melainkan ruang konsolidasi moral para pemimpin bangsa. Ia mengajak seluruh unsur pemerintahan, dari pusat hingga daerah, untuk menanggalkan sekat-sekat politik dan bergerak dalam satu barisan pengabdian.
“Kita harus berjuang bersama-sama. Semua unsur, semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun. Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” tegasnya.
Presiden juga secara eksplisit menyoroti tanggung jawab kepemimpinan di semua lini. Menurutnya, posisi sebagai pemimpin bukan hanya soal kewenangan, tetapi amanah untuk membenahi lingkungan, sistem, dan pola kerja agar kekayaan bangsa benar-benar kembali kepada rakyat.
“Sekarang saya gugah kita semua, saya gugah, mari kita semua sebagai pemimpin, mari kita sekarang membulatkan tekad kita, membenahi diri kita dan unsur kita, dan lingkungan kita, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita,” ujar Presiden.
Lebih jauh, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa dinamika politik tidak boleh menjadi penghalang dalam melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa kompetisi dalam demokrasi memiliki batas, dan setelahnya seluruh elemen harus kembali bersatu untuk tujuan yang lebih besar.
“Kalah menang biasa karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” katanya.
Sebagai penutup, Presiden menegaskan sikap kepemimpinan yang inklusif dan menyeluruh. Ia memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah pemerintahan ditujukan untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.
“Tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.












